MEMBANGUN KESADARAN BERILMU DI ERA DIGITAL: PERSPEKTIF TAFSIR QS. AL-‘ALAQ AYAT 1–5 DAN QS. ??H? AYAT 114

Penulis

  • Ilzam el Hakim Universitas Nurul Jadid

Kata Kunci:

Qur'anic exegesis, Digital literacy; , Tafsir al-Thabari, Tafsir al-Mishbah, knowledge-consciousness

Abstrak

Penelitian ini mengkaji konsep kesadaran berilmu di era digital melalui perspektif tafsir QS. Al-‘Alaq [96]: 1–5 dan QS. ??h? [20]: 114. Dengan metode penelitian kepustakaan (library research) berpendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis komparatif tafsir, penelitian ini membandingkan penafsiran klasik (Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir al-Thabari) dengan penafsiran kontemporer (Tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab) guna menelaah bagaimana perintah "membaca" (iqra') dan doa "tambahkanlah ilmu kepadaku" (Rabbi zidn? ‘ilman) dapat dimaknai ulang dalam menghadapi tantangan banjir informasi, kebiasaan membaca yang dangkal, serta konsumsi konten yang dikendalikan algoritme di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-‘Alaq menempatkan aktivitas membaca sebagai ibadah yang berlandaskan bimbingan Ilahi ("dengan menyebut nama Tuhanmu"), bukan sekadar keterampilan teknis, sementara QS. ??h? ayat 114 mencontohkan sikap rendah hati intelektual yang berkesinambungan dan menolak kepuasan diri dalam menuntut ilmu. Integrasi kedua prinsip tersebut menghasilkan kerangka kesadaran berilmu digital Qur'ani yang terdiri atas empat pilar: membaca dengan niat, ketekunan dan verifikasi, kerendahhatian epistemik, serta belajar sepanjang hayat. Kerangka ini menjadi pelengkap spiritual bagi model literasi digital yang sekuler, dengan menempatkan pencarian ilmu sebagai ibadah, bukan sekadar konsumsi informasi.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-08-21