LIVING QUR’AN DALAM TRADISI ROKAT DESA “NYADHAR”: HARMONI NILAI AL-QUR’AN DAN BUDAYA LOKAL DI KEBUNDADAP TIMUR

Penulis

  • Nurin Ni’matillah stiqnis
  • Evinda Maulidia Awwalia
  • Wardatul Jannah
  • Susi Nor Aisyah

Kata Kunci:

Living Qur’an, Rokat Desa “Nyadhar”, Local Culture, Qur’anic Values, Religious Tradition

Abstrak

Penelitian ini mengkaji manifestasi Al-Qur'an yang Hidup dalam tradisi Rokat Desa “Nyadhar” (ritual pembersihan desa) di Kebundadap Timur, Sumenep. Pendekatan Al-Qur'an yang Hidup menekankan bagaimana Al-Qur'an tidak hanya dipahami sebagai teks suci tetapi juga dipraktikkan dan diinternalisasi dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Al-Qur'an diintegrasikan ke dalam praktik budaya lokal melalui kegiatan keagamaan yang tertanam dalam tradisi Rokat Desa “Nyadhar”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif sosial-religius dan budaya, yang berfokus pada partisipasi masyarakat lokal dan siswa yang terlibat dalam program KKN STIQNIS Sumenep. Temuan menunjukkan bahwa tradisi Rokat Desa “Nyadhar” mewujudkan berbagai bentuk praktik Al-Qur'an yang Hidup, termasuk pembacaan Surah Yasin, tahlil, shalat berjamaah, istighosah, dan pembagian makanan (berkat). Kegiatan-kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai Al-Qur'an fundamental seperti tauhid, zikir, tawakkul, ukhuwah, dan sedekah. Lebih lanjut, tradisi ini berfungsi tidak hanya sebagai ritual keagamaan tetapi juga sebagai media dakwah budaya, kohesi sosial, dan pendidikan agama informal. Tradisi ini memperkuat identitas komunitas, mempererat keharmonisan sosial, dan memfasilitasi transmisi nilai-nilai Al-Qur'an lintas generasi. Dari perspektif teoretis, studi ini menyoroti bahwa Al-Qur'an yang Hidup adalah fenomena dinamis dan kontekstual, yang dibentuk oleh interaksi antara ajaran agama dan budaya lokal. Kesimpulannya, tradisi Rokat Desa “Nyadhar” di Kebundadap Timur mewakili integrasi harmonis antara nilai-nilai Islam dan kearifan lokal, yang menunjukkan bahwa Al-Qur'an terus hidup dan berfungsi dalam praktik budaya dan sosial masyarakat. Studi ini berkontribusi pada wacana yang lebih luas tentang studi Al-Qur'an yang hidup dengan menekankan pentingnya konteks budaya dalam memahami implementasi praktis ajaran Al-Qur'an.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-08-21