PENDEKATAN ILMU MA’ANI UNTUK MEMINIMALISASI BIAS PENAFSIRAN AL-QUR’AN DI ERA DIGITAL

Penulis

  • Cintana Putri Hadlir Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an dan Sains Al-Ishlah Lamongan

Kata Kunci:

Islamic Knowledge, Interpretation Of The Qur’an, Interpretation Bias , Digital Era, Social Media

Abstrak

Perkembangan di era digital telah mengubah cara masyarakat mmengakses dan memahami tafsir Al-Qur’an. Media digital juga memudahkan penyebaran pengetahuan keislaman, namun di sisi lain jua  memicu munculnya risiko bias penafsiran akibat ketidak lengkapan koteks, penyederhanaan makna, dan penyebaran atafsir yang tidak akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana pendekatan ilmu ma’ani dapat digunakan untuk meminimalisasi bias penafsiran di era digital, serta mengapa pendekatan ini penting dalam menjaga ketepatan makna Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan pustaka, menggunakan data dari kitab-kitab ilmu ma’ani, literatur tafsir, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan tafsir digital. Menganalisis data dari reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu ma’ani berperan penting dalam memahami struktur kalam, konteks penuturan, tujuan komunikasi, dan variasi makna yang tidak dapat dilepaskan dari situasi kebahasaan. Pendekatan ini membantu menekankan kesalahan tafsir yang muncul dalam ruamg lingkup tafsir digital. Dengan demikian, pemahaman terhadap ilmu ma’ani sanat relevan sebagai instrumen metodologis yang bertujuan untuk memperkuat validitas penafsiran Al-Qur’an di era digital.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-08-21