NUSYUZ PERSPEKTIF SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI DALAM TAFSIR AL-MUNIR

Authors

  • ismi romadani Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Sumenep
  • roziana amalia

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya fenomena yang banyak terjadi di masyarakat yaitu tidak terpenuhinya sebuah kebutuhan dan kewajiban antara suami dan istri. Istri tidak menjalankan dan memenuhi kewajibannya kepada suami dengan baik dan sebaliknya suami tidak menjalankan dan memenuhi kebutuhan istrinya dengan baik pula sehingga keharmonisan dalam rumah tangga tidak tercapai. Hal ini akan menyebabkan tumbuhnya konflik dalam rumah tangga tersebut. Padahal al-Qur’an sudah mengatur secara jelas tentang penetapan aturan untuk menjaga dan melindungi keluarga juga aturan-aturan lain yang bisa dijadikan solusi dalam mengatasi konflik yang terjadi dalam rumah tangga. Dan ini tertuang dalam QS. An-Nisa’ ayat 34. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah 1). Bagaimana pengertian nusyuz menurut beberapa ahli tafsir dalam surat an-Nisa’ ayat 34 dan 2). Bagaimana penafsiran nusyuz berdasarkan al-Qur’an surah an-Nisa’ ayat 34 perspektif Syeikh Nawawi al-Bantani dalam tafsir al-Munir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam penafsiran Syeikh nawawi al-Bantani tentang QS. An-Nisa’ ayat 34 dan mendeskripsikan konsep nusyuz dalam al-Qur’an yang terkandung dalam tafsir al-Munir. Dalam menjawab permasalahan tersebut penulis menggunakan literasi atau penelitian ini bersifat kepustakaan (Library Research) dengan menggunakan metode deskriptif analisis yaitu menggambarkan atau menjelaskan makna nusyuz dalam QS. An-Nisa’ ayat 34 perspektif Syeikh Nawawi al-Bantani. Kesimpulan dari penelitian ini adalah membahas beberapa solusi dari perkara nusyuz yang banyak terjadi menurut syeikh nawawi al-bantani. Serta konsep lain yang berkaitan dengan nusyuz yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Kata kunci: Nusyuz, Syeikh Nawawi Al-Bantani, Tafsir Al-Munir.

Published

2025-07-25