Shiddiq dalam Dunia Maya: Fondasi Kejujuran dan Integritas di Era Digital

Penulis

  • Rahman Maulana STIQNIS
  • Maulida Kunti Imamiyah

Kata Kunci:

Shiddiq, Islamic communication ethics, digital society

Abstrak

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi masyarakat, khususnya melalui media sosial yang memungkinkan setiap individu menjadi produsen sekaligus penyebar informasi. Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan serius berupa krisis kejujuran yang ditandai dengan maraknya hoaks, disinformasi, dan manipulasi konten digital. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji relevansi nilai shiddiq dalam pandangan Islam sebagai landasan etika komunikasi di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kepustakaan terhadap sumber-sumber klasik dan kontemporer yang membahas konsep shiddiq, etika komunikasi Islam, serta fenomena komunikasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa shiddiq merupakan nilai akhlak yang bersifat komprehensif, mencakup keselarasan antara niat, ucapan, dan perbuatan, serta memiliki implikasi spiritual, moral, dan sosial. Dalam konteks dunia maya, nilai shiddiq memiliki relevansi yang kuat sebagai prinsip verifikasi informasi, tanggung jawab moral, dan integritas personal dalam bermedia. Penerapan nilai ini, yang sejalan dengan prinsip tabayyun, berpotensi menekan penyebaran hoaks dan memperkuat kepercayaan sosial. Dengan demikian, internalisasi nilai shiddiq menjadi kebutuhan mendesak untuk membangun ekosistem komunikasi digital yang etis, beradab, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-02-18